
blog ini dibuat untuk memenuhi tugas PII.
Diposting oleh ziezha knightley Selasa, 31 Maret 2009 di 06.29

The picture was taken shortly before their wedding ceremony, held on January 11, 2005 in the US .
Katie has terminal cancer and spend hours a day receiving medication.
In the picture, Nick is waiting for her on one of the many sessions of chemo to end.

In spite of all the pain, organ failures, and morphine shots, Katie is going along with her wedding and took care
of every detail. The dress had to be adjusted a few times due to her constant weight loss
An unusual accessory at the party was the oxygen tube that Katie used throughout the ceremony and reception as well.
The other couple in the picture are Nick's parents. Excited to see their son marrying his high school sweetheart.

Katie, in her wheelchair with the oxygen tube, listening to a song from her husband and friends 
At the reception, Katie had to take a few rests, The pain not allowing her to be standing for long periods

Katie died five days after her wedding day. Watching a woman so ill and weak getting married and with a smile on her face makes us think..... Happiness is reachable, no matter how long it last. We should stop making our lives complicated.
Life is short
Break the rules
forgive quickly
kiss passionately, love truly
laugh constantly
And never stop smiling
no matter how strange life is
Life is not always the party we expected to be
but as long as we are here, we should smile and be grateful.
Diposting oleh ziezha knightley Senin, 23 Maret 2009 di 20.52
Seringkali kita grogi ketika harus bicara didepan umum. Bahkan tak jarang pula deg-degan atau keluar keringat dingin… parahnya lagi kalau kita blank dan nggak tahu apa yang kita ingin kita omongin di depan umum. Nah, bagaimana sih untuk mengatasi semua itu?
Ala bisa karena biasa
Sering dengar kan kalimat “practices makes perfect”? coba deh kamu terapin… seperti latihan bicara didepan cermin sebelum kamu tampil, aktif dalam organisasi, aktif berdiskusi, kalau sudah terbiasa lama kelamaan dah jadi biasa dan kamu nggak kan grogi lagi kalau bicara didepan umum.
Hadapi saja
Banyak orang yang bilang kalau tampil di depan umum “anggap saja didepanmu nggak ada orang”… bahkan ada yang bilang “anggap aja didepanmu batu semua”. Lah, kalau nggak ada orang kita ngomong ma sapa dong??? Nah, lebih baik kita hadapi audience kita. Anggaplah mereka teman – teman dekat kita. Sehingga kita lebih mudah mempresentasikan apa yang ingin kita sampaikan. Tatap mata mereka dan komunikasikan apa yang kita ingin sampaikan dihadapan umum. Dengan kontak mata kamu bisa menghilangkan rasa gugupmu.
Sama Saja
Sebenarnya ngomong didepan umum itu nggak ada masalah. Sedari kecil kita sudah belajar ngomong dan sering bercerita panjang lebar, menceritakan sesuatu. Nah, apa bedanya dengan bicara didepan orang banyak? Tetaplah percaya diri. Karena sebenarnya orang lain juga akan merasakan hal yang sama ketika ada dalam posisimu.
Tenang
Ketika berada di depan umum berpikirlah positif, jangan takut salah atau ditertawakan. Kalau kamu suka gemetaran saat bicara di depan umum. Bila memungkinkan, coba deh kamu memegang suatu benda seperti pulpen, kertas, dsbnya untuk mengalihkan rasa gugupmu.
Perhatikan Penampilan
Tidak dapat dipungkiri, penampilan juga cukup menunjang kepercayaan diri seseorang. Untuk itu, persiapkanlah penaampilamu mulai dari atas sampai bawah. Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan kondisi saat kamu ingin mempresentasikan sesuatu.
EYD
Biasakanlah menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Sehingga ketika suatu kali kamu harus berbicara di suatu tempat yang formal, kamu tidak perlu kagok lagi untuk merangkai kata-kata yang ingin kamu sampaikan.
Kuasai Bahan
Sebelum maju ke depan kamu pelajari dan kuasai dulu materi yang akan kamu presentasikan di hadapan pendengar nanti. Jika kamu tidak memahami apa yang ingin kamu sampaikan bisa bisa kamu malah blank dan nggak bisa mengontrol apa yang akan kamu sampaikan ke audience. Dengan menguasai materi kamu akan menjadi lebih pede dan lebih mantap dalam menyampaikan materi.
Timbak Balik
Saat berbicara di depan umum kita tidak berbicara untuk diri kita tapi untuk disampaikan kepada pendengar. Aturlah intonasi suara kita, mimik, serta pandangan mata kita. Buatlah suasana serileks mungkin, berikanlah perhatian pada audience kalau kita juga ingin diperhatikan oleh audience. (noe/noe)
sumber: www.bergaul. com
Diposting oleh ziezha knightley di 19.54
Roy Campanella. Ia adalah seorang catcher yang termasyhur dari brooklyn Dodgers, salahhh seorang Amerika keturunan Afrika pertama yang dapat memasuki liga utama bisbol. Ia berada dalam satu tim bersama Jackie Robinson, yang sangat disayangi dan berharga.
pada pertengahan karirnya, ia mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya menderita kelumpuhan pada tangan dan kakunya. Ia menjalani sebagian proses rehabilitasinya di Rusk institute, salah satu pusat rehabilitasi ternama di New York. Mengomentari keadaan ini, ia berkata, “kami penderita kelumpuhan tergolong pada kelompok orang yang bersungguh-sungguh. Kami tahu bagaimana caranya mengatasi kelumpuhan ini dan tetap hidup.” Ia sering meluncur dengan kursi rodanya menelusuri lorong –lorong Rusk Institute dan melewati sebuah plakat. Suatu hari ia berhenti di situ dan memandang plakat itu. Tulisan di dalamnya berjudul “Kredo Bagi Mereka yang Menderita”, yang ditulis oleh seorang serdadu konfederasi yang tidak dikenal. Tulisan itu berbunyi sebagai berikut:
Saya meminta kekuatan kepada Tuhan, agar dapat berhasil. Saya dijadikan lemah, agar dapat belajar taat dengan rendah hati..
Saya meminta kesehatan, agar dapat mengerjakan hal-hal yang besar. Saya diberi kelemahan agar dapat menjadi bijaksana ..
Saya meminta kekayaan, agar saya berbahagia. Saya diberi kemiskinan, agar dapat menjadi bijaksana . .
Saya meminta kedigdayaan, agar saya memperoleh pukian banyak orang. Saya diberi kelemahan, supaya saya merasakan kebutuhan akan Tuhan …
Saya meminta semua hal, agar saya dapat menikmati hidup. Saya diberi kehidupan, agar saya dapat menikmati segala sesuatu . .
Saya tidak memperoleh apa pun yang saya mohon, tetapi segala sesuatu yang saya harapkan. Meskipun begitu, doa-doa saya yang saya harapkan. Meskipun begitu, doa-doa saya yang terungkapkan dijawab. Saya adalah orang yang paling diberkati di antara umat manusia!
Apa pun tradisi agama Anda, cobalah memupukt ingkat kepercayaan pada yang Maha Kuasa di alam semesta ini. Percayalah bahwa sesuatu yang lebih tinggi akan memelihara Anda dan memberikan apa yang Anda butuhkan. Dan apabila itu terjadi, Anda akan mencapai tingkat kebebasan dankebahagiaan yang tidak dapat diambil oleh siapa pun juga.
Ada komentar lain yang ingin saya tambahkan dan harus saya akui sesuatu yang aneh. Banyak diantara kita merasa sulit untuk percaya ketika semua berjalan lancer dalam kehidupan kita. Semua berjalan lancer, tetapi ada suara dalam diri kita yang berkata, “Hati-hati! Justru ketika semua hal tampak berjalan lancer, besar kemungkinanannya hal-hal yang terburuk akan terjadi!”
Saya membuktikan bahwa pemikiran semacam itu keliru. Ketika cucu-cucu saya akan mengunjungi saya, saya percaya bahwa saya akan mengalami sesuatu yang indah bersama mereka. Dan saya selalu mengalaminya. Ketika saya akan pergi makan malam dengan beberapa sahabat, saya percaya bahwa malam itu akan emnjadi malam yang hangat dan memuaskan. Kepercayaan semacam ini berguna juga . kepercayaan adalah cara yang penuh daya untuk meraih sukacita dalam kehidupan kita sehari-hari.
From Lost&Found
Diposting oleh ziezha knightley di 19.32


Namanya : Adora Svitak
umur : 7 tahun
Profesi :Guru Sekolah Dasar
Tarif Mengajar : US$ 300 /pelajaran/50 menit.
Tarif sebagai Pembicara :US$ 10.000 sekali presentasi
Mulai bisa Membaca di usia: 3 Tahun.
Karya : Menulis BUku "Flying Fingers" (berisi koleksi cerita-cerita pendek karya Adora yang juga berisi tips dan panduan bagi mereka yang ingin menjadi penulis)
Hobby : Suka membaca 2-3 buku/hari !!!!
Lebih suka nonton berita daripada nonton Film Kartun.
skills :Bisa mengetik antara 80-112 kata per menit,
Punya situs Pribadi : www.adorasvitak. com
Wartawan : "Dora, apa ada yang kmu khawatirkan? ?"
Adora : "Perekonomian dunia, Juga pemanasan global, kolera di Zimbabwe, penurunan kualitas pendidikan dan kelaparan dunia, Namun umumnya, saya berusaha tidak khawatir karena waktu yang dihabiskan untuk khawatir itu bisa digunakan dengan lebih konstruktif" .
Diposting oleh ziezha knightley di 18.40
Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi financial keluarganya morat – marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang – barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya, sandang dan pangan.
Anak – anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah – marah karena tak dapat membeli barang – barang rumah tangga yang layak. Laki – laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali ini pun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan. Ketika laki – laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba – tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok – penyok," gerutunya kecewa. Meskipun demikian ia membawa koin itu ke sebuah bank.
"Sebaiknya koin ini bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu – ragu di mata laki – laki tiu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang..
Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang merenovasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu –ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak itu ke pengrajin dan beranjak pulang.
Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak – semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.
Istri si lelaki itu kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi ? Engkau baik saja kan ? Apa yang diambil oleh perampok tadi ?
Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata "Oh, bukan apa – apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi"
Hikmah : Bila kita sadar,kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan ?
0 komentar Label: cerita bagus